×

Artikel Kesehatan

Tuberculosis (TBC)

24 Mar 2026
Situasi Global Tuberkulosis
  • Estimasi kasus TBC meningkat menjadi 1.060.000 kasus dan angka kematian mencapai 134.000 per tahun (Global TB Report, 2023).
  • Indonesia merupakan negara dengan estimasi kasus tertinggi ke-2 di dunia setelah India.
 
Apa itu Tuberkulosis ?
Tuberkulosis atau biasa disebut TBC adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang semua organ, khususnya paru-paru. TBC bukan penyakit keturunan.
 
Faktor Risiko
  • Daya tahan tubuh menurun
  • Lingkungan padat penduduk
  • Kurangnya ventilasi ruangan
  • Kontak serumah dengan penderita TBC
 
Tanda dan Gejala
  1. Batuk terus-menerus (kadang disertai dengan dahak atau darah) bisa lebih dari 2 minggu
  2. Nafsu makan menurun
  3. Penurunan berat badan
  4. Demam
  5. Berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktivitas
  6. Nyeri saat bernafas atau batuk
  7. Mudah lelah
 
Cara Penularan

TB menyebar melalui udara ketika seseorang dengan TB aktif batuk, bersin, atau berbicara. Orang yang menghirup bakteri ini bisa tertular, terutama jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Namun, tidak semua yang terinfeksi akan langsung sakit.

Ada dua jenis infeksi TB:
  1. TB Laten – Bakteri ada dalam tubuh tetapi tidak menyebabkan gejala dan tidak menular. Jika daya tahan tubuh melemah, TB laten bisa berubah menjadi TB aktif.
  2. TB Aktif – Bakteri berkembang biak dan menyebabkan gejala seperti batuk lama, lemas, demam, keringat malam, dan berat badan turun. TB aktif bisa menular ke orang lain.
 
Cara Pencegahan

TB dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Beberapa langkah penting untuk mencegah penularan TB antara lain:
  1. Vaksinasi BCG – Vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) diberikan pada bayi untuk mengurangi risiko TB berat.
  2. Menjaga Kebersihan – Selalu gunakan masker, terutama jika berada di dekat penderita TB. Jangan meludah sembarangan dan biasakan mencuci tangan setelah bersin atau batuk.
  3. Ventilasi yang Baik – Rumah harus memiliki ventilasi yang cukup agar udara segar masuk dan bakteri TB tidak bertahan lama di udara.
  4. Pola Hidup Sehat – Makan makanan bergizi, cukup tidur, dan rutin berolah raga untuk menjaga daya tahan tubuh.
  5. Minum Obat dengan Teratur – Jika sudah terdiagnosis TB, patuhi aturan minum obat hingga tuntas untuk mencegah resistensi bakteri.
  6. Deteksi Dini dan Skrining – Orang yang memiliki risiko tinggi, seperti keluarga penderita TB, sebaiknya melakukan pemeriksaan sejak dini untuk memastikan tidak terinfeksi.
 
Berapa Lama Pengobatan TBC ?
  • Pengidap TBC harus mengonsumsi obat yang diresepkan dokter selama 6-9 bulan tanpa putus.
  • Dibutuhkan kedisiplinan untuk minum obat agar pengidap bisa sembuh, termasuk saat puasa.
  • Jika tidak, ketidakdisiplinan dalam minum obat membuat bakteri kebal terhadap antibiotik sehingga gejalanya cenderung memburuk.
 
Jika Sudah Terinfeksi Apa yang Sebaiknya Dilakukan ?
  1. Tutup mulut saat batuk dan bersin. TBC menular lewat dahak dan air liur yang keluar dari mulut.
  2. Jangan meludah atau membuang dahak sembarangan.
  3. Mengurangi interaksi sosial.
  4. Biarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan.
  5. Membatasi kontak dengan kelompok rentan.
 
Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, 24 Maret 2026

(dr. R.D. Wendhy Pramana, Sp.PD – Spesialis Penyakit Dalam RS Panti Rahayu)


0 komentar untuk "Tuberculosis (TBC)".
Tinggalkan balasan

PARTNER KAMI

Terimakasih untuk instansi & asuransi atas kerjasama yang terjalin baik selama ini.

Asabri BPJS Kesehatan BPJS Ketenagakerjaan BRI Life Jasa Raharja
KAI LPSK Mandiri InHealth PJPK Sint Carolus Taspen
+62 274 2901454